|
Penulis amatir umumnya miskin argumentasi dan kurang memperhatikan
sistematika penulisan (apakah untuk mass media ataukah untuk bidang
sendiri). Sulitnya, justru yang 10% itulah yang menjadi tumpuan
harapan editor untuk memperoleh karangan yang baik dan memenuhi
syarat dari segi isi dan bentuk.
Penerbit surat kabar atau majalah mempunyai cara sendiri untuk memproses
naskah yang diterimanya. Setiap penerbit mempunyai "house-style"
yang berlaku di penerbitnya. Naskah yang masuk ke sekretariat diteruskan
kepada "pembaca" pertama dan kemudian diserahkan kepada
editor yang bertanggung jawab pemuatannya (setelah diseleksi). Pengarang
yang profesional berharap sesuatu dari karangannya, begitu juga
editor yang profesional berharap sesuatu dari karangan yang diterbitkannya.
Nah, jelasnya, mengapa sebuah karangan dikembalikan?
a. Karangan tersebut tidak cocok dengan misi media bersangkutan
atau terlalu bersifat menggurui.
b. Karangan tersebut mirip-mirip dengan karangan yang telah pernah
dimuat.
c. Terlalu panjang untuk topik tertentu atau mungkin juga terlalu
pendek.
d. Kalau menyangkut karangan kreatif, mungkin tulisan tersebut terlalu
lemah dari segi karakter (tokoh), plot maupun atmosfer pada bagian-bagian
tertentu karangan tersebut.
e. Terlalu sarat dengan teori yang mungkin melelahkan pembaca atau
berbau propaganda yang tidak disenangi pembaca.
f. Tulisannya tidak rapi atau sukar dibaca.
Alangkah bijaksananya jika penulis belajar dari kesalahan itu dan
berusaha untuk berbuat yang lebih baik lagi. Untuk itu jika naskah
dikembalikan, maka ada beberapa hal yang harus Anda lakukan:
a. Arsipkan naskah itu (jangan dibuang).
b. Konsultasikan dengan penulis profesional tentang letak kekurangannya.
c. Perbaiki dan ketik lagi, kirim ke media lain.
Media yang telah bonafide, kadang menyertakan keterangan singkat
tentang penyebab artikel Anda dikembalikan. Untuk itu Anda tinggal
memperbaikinya dan mengirim ke media lain yang visinya sesuai untuk
artikel itu. Namun keterangan singkat itu kadang membingungkan karena
formatnya telah jadi dan redaksi kadang dengan seenaknya menilai
artikel kita dengan format itu. Hal itu terjadi karena begitu banyak
artikel yang dikirim penulis dan redaksi tidak ada waktu banyak
untuk membaca seluruhnya, hanya artikel yang berkualitas yang akan
diambil redaksi.
Menyikapi
Artikel yang Tidak Dikembalikan
Semua penulis berharap artikelnya diterbitkan atau paling tidak
dikembalikan jika tidak diterbitkan. Kenyataannya, jangankan diterbitkan,
dikembalikan pun tidak. Mengantisipasi hal tersebut, penulis sebaiknya
mengarsipkan dalam komputernya atau artikel itu difoto copy sebelum
dikirim. Jika tidak diterbitkan dan redaksi tidak mengembalikannya,
naskah Anda bisa diketik atau diprint lagi untuk dikirim ke media
lain.
Berapa lamakah memastikan artikel itu tidak akan diterbitkan? Hal
ini sangat variatif. Untuk surat kabar harian biasanya antara seminggu
hingga dua minggu dari semenjak dikirim; untuk tabloid (mingguan),
biasanya antara dua minggu hingga sebulan dari semenjak dikirim.
Untuk media cetak bulanan seperti majalah, biasanya antara dua hingga
empat bulan dari semenjak dikirim.Untuk itu jika dalam jangka waktu
tersebut artilel Anda tidak juga diterbitkan, maka naskah Anda boleh
diketik lagi atau diprint lagi dan kirim ke media cetak lain.
Jangka waktu yang kami sebutkan itu bukanlah hal baku, hal itu hanya
menurut rata-rata saja dari pengalaman kami. Kadang ada artikel
yang setelah satu tahun baru diterbitkan.
By
Abu Al-Ghifari
|