Strategi Merangkai Kata

 

Ads by Google

Menulis itu ternyata memang tidak gampang. Buktinya, tidak semua orang mampu menjadi seorang penulis yang piawai mengorganisasi kata sehingga terangkai dalam kalimat yang komunikatif. Apalagi mengorganisasi kalimat sehingga teruntai ide-ide segar yang menggerakkan.

Seperti yang dikatakan Eka Budianta, dalam bukunya Menggebrak Dunia Mengarang seperti yang pernah dikutip dimuka, bahwa meskipun setiap hari melihat langit, belum tentu kita dapat melukiskan sebagus-bagusnya dalam kata.

Ada tamsil menarik soal ketrampilan menulis. Konon, belajar menulis itu seperti belajar naik sepeda. Ketika awal-awal belajar naik sepeda, terasa sulit bukan main. Jatuh-bangun berkali-kali. Tetapi setelah bisa, naik sepeda terasa mudah.

Terkadang sulit membayangkan, duduk di atas sedel sepeda bisa dilakukan dengan tenang tanpa terjatuh, dan bahkan dapat mengayuh dengan santai atau cepat.
Begitu pula belajar menulis. Ketika awal-awal menulis, terasa susah bukan main.

Bagaimana mengawalinya, bagaimana menyusun kalimat yang “hidup”, apa yang ditulis dan sejumlah pertanyaan-pertanyaan lain yang berkecamuk. Tapi setelah bisa, menulis terasa mudah dan indah. Kata-kata mengalir dengan mudahnya sehingga terangkai menjadi rangkaian kalimat yang menawan. Karenanya, kunci bisa terampil menulis atau merangkai kata memang terletak pada kontinuitas latihan (sehari-hari).

Lalu, apa saja kiat-kiat agar bisa terampil menulis ? Berikut ini ada 7 kiat yang bisa dipraktekkan.

Pertama, hobi membaca buku. Pater Bolsius SJ, seperti dikutip Wishnubroto Widarso dalam bukunya Pengalaman Menulis Buku Non-Fiksi pernah berucap, “If you don’t read, you don’t write”. Jikalau engkau tak (punya kebiasaan) membaca, engkau tak bisa menulis.

Jose Daniel Parera dalam Konggres Bahasa ke-5 di Jakarta mengatakan, banyak-banyaklah Anda membaca, biarkan ia mengendap dalam benak Anda, suatu saat pemahaman Anda semakin luas, dan akan tiba saatnya Anda harus menulis.

Hernowo, dalam bukunya Mengikat Makna menyatakan, ibarat Anda buang hajat besar lantaran kekenyangan, seseorang akan gampang mengungkapkan apa saja yang diingininya lewat tulisan. Jadi, membacalah sebanyak-banyaknya, suatu ketika hasrat menulis akan timbul pada diri Anda secara alami. Dan pengetahuan yang luas yang Anda dapatkan dari membaca akan memudahkan Anda untuk menuangkannya ke dalam tulisan.

Kedua, membaca alam. Membaca tak semata-mata membaca buku, tapi juga membaca alam. Fenomena alam akan menjadi inspirasi sebagai bahan tulisan. Termasuk, membaca alam adalah membaca peristiwa kehidupan. Di panggung kehidupan ini ada banyak peristiwa yang bisa digali untuk bahan penulisan.

Ketiga, mempunyai buku harian. Ibarat pelari, perlu jogging harian. Penulis juga begitu, memerlukan media untuk menuliskan ide-ide yang bekerjapan dan lalu lalang setiap harinya. Maka, buku harian merupakan media yang tepat untuk itu. Milikilah buku harian, tulislah apa saja sepanjang hari. Hal itu akan berguna untuk mengasah ketrampilan menulis dan melatih kepekaan kepada kata-kata. Selain itu, menulis setiap hari di buku harian juga berguna untuk membangun kepribadian. Seorang psikolog dan ahli terapi menulis, James Pennebaker, menganjurkan, “Write your wroung !”.

Ke-empat, suka korespondensi. Menulis surat atau korespondensi adalah latihan berkomunikasi secara tertulis yang cukup efektif. Dalam menulis surat kita berlatih memilih kata-kata yang pantas untuk pembaca. Dalam hal ini, pembaca bisa berarti teman dekat, kenalan baru, orangtua, pejabat, maupun orang asing di tempat jauh yang belum kita kenal.

Kelima, mencintai bahasa. Bahasa adalah alat komunikasi. Dari bahasa, indikasi dari tingkat intelektualitas seseorang akan tampak. Apakah dia seorang yang memiliki tingkat intelektualitas yang tinggi atau tidak. Kekayaan kosakata-lah yang membedakaannya. Karenanya, cintailah bahasa. Buka-bukalah kamus Bahasa Indonesia. Ternyata ada banyak kata yang bagus yang dapat kita gunakan dalam tulisan kita, tapi selama ini kita belum mengetahuinya karena itu kita tidak menggunakannya.

Ke-enam, hobi meneliti. Minat meneliti merupakan sarana yang akan semakin meningkatkan kedalaman dan luasnya jangkauan tulisan kita. Ia akan menjadi inspirasi yang hebat untuk bahan tulisan kita. Menurut Eka Budianta, sebelum menulis Ikan-ikan Hiu, Ido, Homa, YB Mangunwijaya mendalami masyarakat Maluku dan pola hidup Maritim di sana. Begitu juga novel Para Priyayi Umar Kayam, yang ditulis dengan mengadakan berbagai penelitian dan dukungan perguruan tinggi di Amerika Serikat.

Ketujuh, suka diskusi. Diskusi merupakan ajang tukar pendapat. Dalam diskusi akan banyak pendapat dari luar diri kita yang dapat menimbulkan letikan ide atau inspirasi untuk bahan tulisan kita.
Itulah tujuh kiat yang bisa dipraktekkan. Prof. Dr. Floyd G. Arpan mengatakan, “Kecakapan menulis tak akan begitu saja jatuh dari langit. Tapi kecakapan itu baru bisa dicapai dengan jalan berlatih”.

 

by Badiatul Muchlisin Asti



Artikel-artikel Penting lainnya


Etika Menulis

Jika Naskah Ditolak

Bagaimana Seorang Editor Menilai Sebuah Naskah

Naskah Ditolak, Itu Biasa

Menulis Adalah Bakat?

7 Alasan Kenapa Naskah Ditolak

Faktor-faktor yang Menggairahkan Menulis (1)

Faktor-faktor yang Menggairahkan Menulis (2)

Internet Writers

How to Become a Writer Who Writes

Strategi Merangkai Kata

Strategi Membuat Lead

Strategi Membuat Judul

Stretegi Menutup Artikel

Menyiasati Peluang Diterbitkan (1)

Link naskah-naskah lainnya akan muncul setelah semua link di atas Anda klik



 


Bagaimana seorang penulis mampu menjadi MILYARDER?

Artikel-artikel GRATIS Menjadi Jutawan di Bisnis Online

Artikel-artikel GRATIS Menjadi Jutawan di Bisnis Konfensional