| Judul
identik dengan kandungan isi tulisan. Judul sering diartikan sebagai
pintu masuk.
Dari tiga penyataan tersebut, dapat kita ambil kesimpulan bahwa,
peranan judul amat penting. Untuk merumuskan dan membuat judul memerlukan
beberapa langkah.
1.
Tulisan yang Dianggap Paling Menarik
Tahapan awal menulis judul yaitu tulis yang paling menarik, yang
dianggap dapat menyedot perhatian banyak pembaca. Jangan ragu-ragu
tulis saja. Manjakan bayangan-bayangan tulisan yang sedang dan akan
kita garap dengan menulis judul sesuai selera waktu menulis. Sekali
lagi jangan ragu. Tulis saja.
2.
Judul Awal Bukan Hal yang Final
Seiring
proses penulisan dari satu alinea ke alinea lainnya, terkadang terjadi
pergeseran makna. Substansi tulisan tidak hanya satu jalur. Bisa
merembet pada masalah yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan banyak
kasus seperti ini.
Jika saat menulis judul pertama kali, kata-kata apa saja harus ditulis
bagus, maka pada tingkat kedua harus dilakukan perubahan judul sesuai
perjalanan tulisan kata lainnya. Judul awal bukanlah hal yang final
kalau terjadi perubahan isi. Sekarang kita baca langkah ketiga.
3.
Jika Timbul Judul-judul Lain
Satu
judul yang sedang kita rampungkan, tidak jarang beranak dan menjurus
pada dualisme judul atau lebih. Apa yang harus kita lakukan? Jangan
terlalu panik. Kepanikan menyebabkan frustasi. Akhirnya tidak percaya
diri bahwa kita mampu menulis.
Kalau menemukan kenyataan ada judul baru timbul, pilih yang paling
mudah, kondisikan dengan referen yang tersedia, dengan kemampuan
kita.
Selesai memutuskan judul (yang pertama, kedua, ketiga…..),
segera “matikan” judul lainnya. “Kunci”
sementara untuk lain waktu dibuka kembali supaya sebuah tulisan
segera rampung atau matang dan tidak mengambang.
4.
Meminjam Istilah yang Sedang Ngetrend
Istilah
yang sedang ngetrend pasti lagi banyak dibicarakan banyak orang.
Cara ini sangat efektif menyapa emosi pembaca, membangkitkan gairah
membaca isi tulisan. Sumbernya entah dari judul film, iklan, atau
pernyataan tokoh berpengaruh.
Beberapa waktu lalu sebuah judul film yang dibintangi Dian Sastro
Wardoyo begitu mengemuka, “Ada Apa Dengan Cinta”. Sebelumnya
lagi nyanyian Joshua “Diobok-obok”.
Kita bisa memanfaatkan kepopuleran istilah-istilah itu. Dengan membubuhkan
pesan yang akan disampaikan. “Ada Apa Dengan….”.
Titik-titik diisi dengan nyawa tulisan (pesan). Misal, “Ada
Apa dengan RUU Penyiaran, Ada Apa dengan Anggota Dewan, Ada Apa
dengan Pemilihan Gubernur, Kehormatan Rakyat Diobok-obok,”
dan seterusnya.
5.
Gaya Mempengaruhi
Salah
satu penulisan judul yang efektif dengan cara nada mempengaruhi.
Para akademisi sering mangatakan gaya mempengaruhi dengan sebutan
persuasif, kita petik sebuah contoh dari makalah yang ditulis AS.
Haris Sumandria, mantan Redaktur Bandung Pos (Alm).
Topik: Keuntungan Mengikuti Pendidikan Retorika
Judul: Tanpa Retorika Kita Tak Berdaya
Dengan memberikan judul “Tanpa Retorika Kita tak Berdaya”,
Pak Haris memaparkan, ada dua keuntungan (tujuan) yang ingin dicapai
dari penulisan judul itu. Pertama, secara umum mempengaruhi massa.
Kedua, lebih khusus lagi yaitu, meyakini berbagai manfaat retorika
sekaligus menggiring pembaca untuk mengikuti kursus pelatihan komunikasi
di lembaga tempat ia beraktivitas.
6. Boleh Pendek, Boleh Panjang
Umumnya
para pembaca lebih menyukai judul dengan menggunakan kalimat pendek
atau efektif, kalimat jelas dan singkat serta tidak memerlukan banyak
kata.
Panganut (peminat) judul pendek biasanya menulis judul tidak lebih
dari enam kata. Misal, “Agar Komunis Tidak Bangkit Lagi”.
Sebenarnya penulisan judul dapat pula dilakukan dengan memanjangkan
kata kata tambahan. Lazimnya kata-kata tambahan diberi tanda kurung.
Berikut ini pemanjangan dari judul pendek di atas. “Agar Komunis
Tidak Bangkit Lagi” (Upaya Pencegahan Dampak Negatif Paham
Komunis Melalui Pendekatan Ekonomi yang Islami).
Jadi, penulisan judul boleh pendek, boleh panjang. Disesuaikan,
patutkan dengan selera sendiri, redaktur atau pembaca.
7.
Sesuai Isi
Urutan
ketujuh inilah yang paling prinsipil. Harga mati. Apa pun gaya tulisan,
dengan pendekatan apa saja, penulisan judul harus mencerminkan kandungan
isi tulisan.
by
Lilis Nihwan
|