| tapapun
bagusnya tulisan kalau tidak taat pada tema akan disisihkan. Sehingga
jika ada dua tulisan yang sama bagus, maka yang keluar sebagai pemenangnya
adalah tulisan yang paling taat pada tema.
Tema biasanya merupakan suatu komentar mengenai kehidupan atau orang-orang.
Tema harus dibedakan dari motif, subyek atau topik. Tema dipergunakan
untuk memberi nama bagi suatu pernyataan atau pikiran mengenai suatu
subyek, motif atau topik.
Dalam menentukan tema atau menerangkannya kita harus menghindari
hal-hal yang imperatif. Tema bukanlah suatu firman, suatu moral,
suatu petunjuk mengenai cara hidup, atau apa saja yang harus dilakukan.
Tema merupakan suatu pernyataan mengenai hidup dan manusia, suatu
observasi, suatu keputusan, suatu pengumuman.
Apa dan bagaimana tema atau dasar pikiran yang akan disusun menjadi
tulisan itu? Menentukan tema tulisan beda dengan menentukan judul.
Mentukan tema harus jelas, singkat dan padat. Menentukan tema tidak
cukup hanya dengan mencari jawaban atas pertanyaan "apa"
(yang dimaksud dengan) tema itu, tapi perlu juga mencari jawaban
atas pertanyaan "bagaimana" (pokok bahasan yang sudah
ditemukan itu terjadi atau dilakukan).
Misalnya ada tema tulisan: Pengolahan sale kesemek. Apa sale kesemek
itu? Apa pula kesemek itu? Bagaimana wujudnya, di mana diperoleh,
di mana ditanam, kapan musim buah kesemek. Begitu seterusnya. Penelaahan
itu bisa menjalar ke mana-mana. Tapi biasanya diuji dengan dua pertanyaan
"apa" dan "bagaimana", tema yang hendak ditelaah
sudah mulai jelas. Lebih jelas lagi jika tema itu mudah memberikan
jawaban atas pertanyaan "Apa sebab?" (sampai terjadi demikian
atau harus dilakukan demikian?).
Kadang-kadang tema sudah jelas tapi rumusannya yang tidak tepat
sehingga menimbulkan salah tafsir. Kalau seseorang menulis tentang
sukses Bimas (bimbingan massal), ayam misalnya, padahal yang harus
disusun adalah tulisan tentang "Bagaimana cara meningkatkan
hasil telur ayam melalui Bimas", maka penulis itu salah tafsir.
Apalagi jika dalam tulisannya tidak diceritakan langkah apa saja
yang harus ditempuh pada usaha peningkatan produksi telur ayam secara
intensif dan massal, melalui Bimas.
Ketidaksesuaian antara tema dan hasil garapan juga dapat terjadi
kalau penulis yang bersangkutan tidak taat tema, karena ia merasa
karya tulis yang "mencari jalannya sendiri" itu justru
lebih alamiah bagusnya, daripada karya tulis yang dipaksa patuh
pada tema. itu memang bisa dan biasa terjadi. Tapi lebih bagus lagi
jika yang bagus itu terjadi pada tulisan yang temanya dikehendaki
semula. Menyimpang sedikit tidak apa, tapi kalau menyimpang terlalu
banyak, tulisan tidak mencapai sasaran.
Dalam menelaah tema, penulis yang bersangkutan juga harus senantiasa
ingat bahwa tema yang terlalu luas jangkauan selalu sulit digarap.
Kalau dipaksa digarap juga, hasilnya terlalu lebar sampai tidak
mungkin mendalam. Padahal sebuah tulisan nonfiksi untuk majalah
dan surat kabar tidak boleh menjalar ke sana ke mari. Untuk itu
tema perlu dirumuskan kembali agar cakupannya lebih sempit, tapi
konkret. Tidak luas sampai abstrak.
By
Abu Al-Ghifari
|