|
Idealnya dalam pengutipan, baik pengutipan langsung maupun tak langsung,
sipenulis tidak boleh merubah redaksi atau kalimat dari kutipan.
Apalagi dalam kutipan langsung, penulis tidak boleh merubah isi
kutipan baik redaksinya maupun maknanya sekalipun mungkin tidak
sesuai dengan selera penulis.
Sumber kutipan, khusus artikel, dicantumkan dalam isi bahasan atau
langsung dalam tulisan bukan dalam catatan kaki seperti pada makalah,
skripsi, tesis, dan desertasi.
Berikut ini beberapa cara teknik pencantuman sumber kutipan. Penulis
bisa memilih beberapa cara di antaranya sesuai kebutuhan. Teknik
tersebut adalah:
1. Cukup ditulis nama penulis, tahun penerbitan, dan halamannya.
a. Kutipan langsung. Misalnya: "Perilaku seks adalah segala
tingkahlaku yang didorong oleh hasrat seksual". (Dr. Sarlito
Wirawan Sarwono, 1994 : 137).
b. Kutipan tidak langsung. Misalnya: Dr. Sarlito Wirawan Sarwono
(1994 : 137) berpendapat bahwa, perilaku seks adalah segala tingkah-laku
yang dirorong oleh hasrat seksual.
2. Cukup dinulis nama penulis, penerbit dan tahun penerbitan
a. Kutipan langsung. Misalnya: Perilaku seks menurut Dr. Sarlito
Wirawan Sarwono (Raja Grafindo Persada: 1994) adalah: "Perilaku
seks adalah segala tingkah-laku yang didorong oleh hasrat seksual".
b. Kutipan tidak langsung. Misalnya: Perilaku seksual adalah segala
tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual. (Dr. Sarlito Wirawan
Sarwono, Raja Grafindo Persada :1994).
3. Cukup ditulis nama penulis dan buku karangannya.
a. Kutipan langsung. Misalnya : Dr. Sarlito Wirawan Sarwono dalam
buku Psikologi Remaja berpendapat: "Perilaku seksual adalah
segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual."
b. Kutipan tidak langsung. Misalnya: Dr. Sarlito Wirawan Sarwono
dalam buku Psikologi Remaja berpendapat bahwa perilaku seksual adalah
segala tingkah-laku yang didorong oleh hasrat seksual.
Tiga teknik tersebut adalah di antara teknik yang paling sering
digunakan. Hal-hal lain yang perlu diperhatikan adalah:
a. Bila penulis lebih dari tiga orang, cukup menulis nama penulis
yang pertama diikuti dengan tulisan"et al" (et al = dan
kawan-kawan).
b. Bila sumber itu kumpulan tulisan, tulis nama orang atau badan
yang mengedit, diikuti dengan "ed" (ed = editor).
c. Bila sumber itu terjamahan, ditulis pula nama penulis aslinya,
tetapi di belakangnya ditulis nama penerjamahnya. Judul buku yang
ditulis boleh judul asli atau terjamahan.
d. Bila sumber itu tidak diketahui nama pengarangnya, ditulis nama
sumbernya (penanggung jawab) kemudian ditulis data lainnya.
e. Bila sumber itu surat kabar atau majalah, maka ditulis judul
artikel, nama surat kabar/majalah, tanggal/bulan/tahun penerbitan.
By
Abu Al-Ghifari
|